Mesin fotocopy Toshiba e-STUDIO 2528A

Published by

on

Mesin fotocopy Toshiba e-STUDIO 2528A

Mesin fotocopy Toshiba e-STUDIO 2528A adalah perangkat multifungsi (copy, print, scan) monokrom (hitam putih) yang sangat andal untuk kebutuhan perkantoran. Mesin ini cocok untuk menangani beban kerja hingga 100.000 cetakan per bulan dengan kecepatan tinggi dan fitur konektivitas modern.

Berikut adalah rincian spesifikasi utamanya:

Spesifikasi Teknis & Performa

Kecepatan Cetak/Copy: Hingga 25 ppm (halaman per menit) untuk ukuran kertas A4, dan 15 ppm untuk ukuran A3.

Resolusi:

Copy: 600 × 600 dpi

Print: Hingga 2400 × 600 dpi (dengan smoothing)
Siklus Tugas (Duty Cycle): Hingga 100.000 salinan per bulan.

Fungsi & Perangkat Lunak

Operasi Standar: Copy, Print, dan Color Scan.Duplex Otomatis (Bolak-Balik): secara bawaan untuk efisiensi kertas.

Kompatibilitas Sistem Operasi: Mendukung Windows (8.1 hingga 11) dan Mac OS X (10.10 hingga 15).

Layar Sentuh: Panel intuitif bergaya tablet yang dapat untuk kemudahan navigasi.

Dimensi & Daya

Ukuran Fisik: 585 mm × 586 mm × 787 mm.Berat: Sekitar 54,5 kg.Konsumsi Daya: Maksimum 1.800 W.

Informasi lengkap mengenai pembelian dan rental Mesin fotocopy Toshiba e-STUDIO 2528A dapat menghubungi :

WA : 0882.2906.5281

Toshiba e-STUDIO 2528A adalah mesin fotokopi dan printer multifungsi (MFP) monokrom (hitam-putih) skala menengah hingga besar.Perangkat ini dirancang untuk kebutuhan kantor dengan volume cetak tinggi yang membutuhkan efisiensi, konektivitas cloud, dan sistem keamanan dokumen.

Spesifikasi Utama

  • Fungsi Utama:Print, Copy, dan Color Scan.
  • Kecepatan Cetak:Hingga 25 ppm (A4) dan 15 ppm (A3).
  • Resolusi:Copy 600 x 600 dpi, Print hingga 2400 x 600 dpi (dengan smoothing).
  • Memori & Penyimpanan:RAM 4 GB dan SSD Security 128 GB (standar).
  • Kapasitas Kertas:Standar 1.100 lembar, dapat ditingkatkan hingga 5.200 lembar.
  • Ukuran Kertas:A5R hingga A3, serta kertas banner.
  • Siklus Kerja (Duty Cycle):Hingga 100.000 halaman per bulan.

Fitur Unggulan

  • Panel Touchscreen Intuitif:Dilengkapi layar sentuh warna 10,1 inci ala tablet berbasis platform Toshiba e-BRIDGE Next.
  • Duplex Otomatis: Fitur pencetakan dua sisi (bolak-balik) secara otomatis untuk menghemat penggunaan kertas.
  • Integrasi Cloud & Mobile:Mendukung pencetakan jaringan, mobile printing, serta koneksi langsung ke Google Drive, Microsoft 365, dan SharePoint.
  • Keamanan Tingkat Tinggi: Dilengkapi enkripsi SSD terintegrasi dan kontrol akses pengguna untuk melindungi data kantor.

Perkiraan Harga

Harga unit baru Toshiba e-STUDIO 2528A di Indonesia berkisar antara Rp 50.000.000 hingga Rp 80.000.000+ tergantung pada opsi aksesoris (seperti tipe feeder, finisher, atau Wi-Fi modul) dan paket garansi distributor. Mesin ini juga kerap ditawarkan dalam skema sewa/rental bulanan untuk perusahaan.

Perawatan Harian dan Operasional

  • Pembersihan Kaca Pemindai:Lap kaca pemindai utama dan kaca strip pemindai otomatis menggunakan kain mikrofiber halus yang dibasahi sedikit pembersih kaca non-amonia atau alkohol isopropil.Pembersihan ini mencegah timbulnya garis-garis hitam pada hasil cetak atau pindai.
  • Pembersihan Head LED:Gunakan batang pembersih bawaan yang terletak di balik pintu depan mesin.Tarik dan dorong batang pembersih tersebut secara perlahan beberapa kali untuk menghilangkan penumpukan debu toner.
  • Pengelolaan Kertas:Gunakan kertas yang kering dan simpan di tempat bebas lembap.Kibaskan tumpukan kertas sebelum dimasukkan ke dalam baki penyimpanan guna mencegah lembar kertas saling menempel yang memicu kemacetan.

Perawatan Komponen dan Bahan Pakai

  • Penggunaan Toner Resmi:Gunakan selalu toner original Toshiba.Toner non-standar memiliki ukuran partikel dan titik leleh yang berbeda sehingga dapat merusak drum unit dan pemanas.
  • Pembersihan Rol Penarik Kertas: Lap rol karet penarik kertas pada baki utama dan pengumpan dokumen menggunakan kain bersih yang sedikit dibasahi air. Langkah ini menghilangkan penumpukan serbuk kertas yang membuat rol licin.
  • Pengosongan Kotak Limbah Toner:Kosongkan atau ganti kotak penampungan sisa toner segera setelah indikator peringatan muncul agar tidak meluap ke bagian mekanis internal mesin.

Kondisi Lingkungan dan Daya Listrik

  • Perlindungan Kelistrikan:Hubungkan mesin ke perangkat penyetabil tegangan listrik (stabilizer) atau UPS dengan saluran pembumian yang terpasang baik untuk melindungi modul elektronik dari lonjakan voltase.
  • Lokasi Penempatan:Letakkan mesin di dalam ruangan berpendingin udara dengan sirkulasi yang baik.Hindari paparan sinar matahari langsung, kelembapan tinggi, dan lokasi yang berdebu.
  • Jarak Bebas Penempatan:Sediakan area kosong di sekeliling mesin minimal 30 cm pada sisi kiri, 80 cm pada sisi kanan, dan 10 cm pada sisi belakang untuk menjaga kelancaran sirkulasi udara pendingin.

Mesin fotokopi monokrom Toshiba e-STUDIO 2528A menggunakan konsumsi toner dan suku cadang berikut untuk operasional dan perawatan berkala:

Spesifikasi Toner

  • Kode Cartridge Toner: Toshiba T-3028P (wilayah Asia/Indonesia) atau T-3028E / T-3028U
  • Warna Cetak:Hitam (Monokrom)
  • Kapasitas Cetak:Hingga ±43.900 halaman (standar cakupan cetak 5%)
  • Komponen Pendukung Toner:Chip Toner T-3028

Spare Part & Komponen Utama

  • Sistem Imaging & Drum Unit:
    • OPC Drum
    • Drum Cleaning Blade
    • Toner Recovery Blade
    • Charge Corona Grid dan Needle Electrode
  • Sistem Developer:
    • Serbuk Developer
    • Developer Magnetic Roller
    • Doctor Blade
  • Sistem Pemanas (Fuser Assembly):
    • Upper Heat Roller
    • Lower Pressure Roller
    • Fuser Picker Finger
    • Thermistor dan Ozone Filter
  • Sistem Penarik Kertas & Pemindah Bayangan:
    • Paper Feed Roller Kit (Pick-up Roller, Feed Roller, Separation Roller)
    • Transfer Roller Assembly

Perawatan rutin mesin fotokopi Toshiba e-STUDIO 2528A diperlukan untuk menjaga kualitas cetak tetap tajam dan mencegah timbulnya kendala teknis seperti paper jam.

Perawatan Harian dan Mingguan

  • Pembersihan Kaca Pemindai dan ADF: Lap kaca platen dan area pemindai Automatic Document Feeder (ADF) menggunakan kain mikrofiber yang dibasahi sedikit cairan pembersih kaca non-amonia untuk menghilangkan debu dan bekas sidik jari.
  • Pembersihan Roller Penarik Kertas: Bersihkan komponen feed roller di dalam baki kertas (tray) menggunakan kain kering halus untuk menghilangkan serat kertas yang memicu kertas tersangkut.
  • Pemeriksaan Baki Kertas: Pastikan pembatas kertas (paper guide) sejajar dan kertas dipasang rapi tanpa terlipat.

Perawatan Bulanan dan Berkala

  • Pemeriksaan Komponen Toner: Gunakan toner orisinal Toshiba untuk menjaga keawetan developer unit. Bersihkan sisa ceceran bubuk toner di sekitar area dudukan kartrid.
  • Pengosongan Waste Toner Box: Cek status penampung sisa toner secara berkala dan ganti wadah pembuangan jika indikator kapasitas sudah mendekati penuh.
  • Pembersihan Kawat Charger (Corona Wire): Tarik dan dorong tuas pembersih kawat korona bawaan mesin secara perlahan untuk menghilangkan endapan debu toner yang bisa menyebabkan garis vertikal pada hasil cetak.

Kondisi Lingkungan dan Operasional

  • Penggunaan Stabilizer: Hubungkan mesin ke Uninterruptible Power Supply (UPS) atau stabilizer untuk melindungi modul elektronik dari fluktuasi arus listrik.
  • Penyimpanan Kertas: Simpan kertas di tempat yang kering dan tertutup. Kertas yang lembap merupakan penyebab utama cetakan berbayang dan kemacetan kertas.
  • Servis Berkala Teknisi: Lakukan pemeriksaan menyeluruh oleh teknisi resmi setiap mencapai siklus cetak 30.000 hingga 50.000 lembar untuk pengecekan komponen aus seperti drum unit, cleaning blade, dan fuser unit.

Toshiba e-STUDIO 2528A adalah mesin fotokopi multifungsi (MFP) monokrom (hitam-putih) A3 yang dirancang untuk kebutuhan dokumen kantor skala menengah hingga besar.Berjalan di atas platform e-BRIDGE Next, mesin ini menawarkan kombinasi antara efisiensi kerja, integrasi cloud, dan sistem keamanan data tingkat tinggi.

Kelebihan Toshiba e-STUDIO 2528A

  • Kualitas Cetak Tajam & Konsisten:Mendukung resolusi cetak hingga 1200 x 1200 dpi dengan kecepatan 25 lembar per menit (ppm), menghasilkan dokumen teks dan grafis hitam-putih yang sangat presisi.
  • Layar Sentuh 10.1 Inci yang Intuitif:Dilengkapi layar sentuh warna WSVGA yang dapat disesuaikan kemiringannya (tilting display) serta antarmuka intuitif layaknya tablet yang mudah dioperasikan.
  • Keamanan Data Ekstra Ketat: Dilengkapi SSD terenkripsi mandiri, dukungan TPM 2.0 (Trusted Platform Module), serta proteksi BIOS untuk menjaga dokumen dan data perusahaan dari ancaman siber.
  • Kapasitas Kertas Sangat Besar:Dilengkapi kaset ganda standar berkapasitas 1.200 lembar dan dapat diekspansi hingga 5.200 lembar untuk menangani volume cetak tinggi tanpa perlu sering mengisi ulang.
  • Dukungan Cloud & Mobile Printing: Terintegrasi langsung dengan layanan penyimpanan awan seperti Google Drive, OneDrive, dan Dropbox, serta mendukung Apple AirPrint dan Mopria untuk pencetakan langsung dari ponsel.
  • Efisiensi Energi & Alur Kerja Digital: Menggunakan teknologi ramah lingkungan dengan konsumsi daya rendah saat moda sleep serta kemampuan pemindaian digital yang cepat.

Kekurangan Toshiba e-STUDIO 2528A

  • Hanya Cetak Monokrom (Hitam-Putih): Mesin ini tidak dapat mencetak dokumen berwarna. Jika kantor Anda membutuhkan cetakan brosur atau presentasi warna, Anda memerlukan seri cetak warna.
  • Kecepatan Sedang untuk Volume Sangat Tinggi:Kecepatan 25 ppm sangat memadai untuk tim kerja menengah, tetapi bisa terasa agak lambat untuk departemen yang mencetak puluhan ribu lembar dalam waktu singkat.
  • Ukuran & Bobot Fisik Cukup Besar: Sebagai mesin MFP A3 tipe freestanding, perangkat ini memerlukan area kerja khusus yang cukup lapang di dalam ruangan kantor.
  • Fitur Utama Membutuhkan Modul Opsional: Beberapa fitur seperti Wireless LAN (Wi-Fi), modul Fax, serta Feeder pemindai ganda berkecepatan tinggi (DSDF) dijual terpisah sebagai modul opsional.

Ringkasan Spesifikasi Utama

  • Fungsi Utama:Print, Copy, Scan, Fax (Opsional)
  • Kecepatan Cetak: 25 ppm (A4 monokrom)
  • Resolusi:Hingga 1200 x 1200 dpi
  • Memori & Penyimpanan:RAM 4GB + SSD 128GB terenkripsi
  • Ukuran Kertas: A5-R hingga A3
  • Kapasitas Kertas Standar:1.200 lembar (Maksimal 5.200 lembar)

Kesimpulan Penggunaan

Toshiba e-STUDIO 2528A sangat cocok untuk perusahaan, kantor hukum, sekolah, atau instansi pemerintahan yang membutuhkan mesin cetak/fotokopi hitam-putih berdaya tahan tinggi, aman, dan dapat diandalkan untuk operasional harian.

Mesin fotokopi multifungsi Toshiba e-STUDIO 2528A menggunakan opsi IC Card Reader / Proximity USB Card Reader khusus yang dihubungkan ke port USB internal mesin untuk otentikasi pengguna (badge authentication).

Opsi Aksesori & Card Reader untuk Toshiba e-STUDIO 2528A

  • USB IC Card Reader (Proximity Card Reader):
    • Menggunakan modul USB Card Reader resmi Toshiba atau pembaca kartu pihak ketiga yang kompatibel (seperti RF Ideas / WaveID, ELATEC, atau HID Corporation) yang mendukung protokol Smart Card, RFID, Mifare, atau Proximity ID Card.
  • Dudukan Card Reader (Card Reader Holder / Pocket):
    • Toshiba Card Reader Holder / Pocket: Dudukan dudukan resmi yang dipasang di sisi layar kontrol 10.1 inci mesin untuk menempatkan modul card reader secara rapi.
  • USB Hub Option (GR-1420 / GR-1430):
    • Modul ekspansi USB bawaan Toshiba yang dibutuhkan untuk menghubungkan perangkat USB periferal seperti Card Reader jika port USB bawaan membutuhkan tambahan jalur.

Cara Kerja & Fungsi

  1. Otentikasi Pengguna (User Authentication): Pengguna cukup menempelkan kartu ID/KTP/RFID pada card reader untuk membuka akses mesin fotokopi.
  2. Keamanan & Pelacakan (Account Control & Secure Print): Membatasi akses cetak/pindai sesuai kuota akun pengguna/departemen serta mencetak dokumen rahasia (Private Print/Pull Printing) hanya saat pemilik kartu hadir di dekat mesin.

Jika Anda berencana membeli atau memasang pembaca kartu untuk mesin Toshiba e-STUDIO 2528A, disarankan untuk mengonfirmasi jenis frekuensi kartu karyawan/kantor yang digunakan (misalnya Mifare 13.56MHz atau Proximity 125kHz) kepada teknisi resmi atau distributor Toshiba.

Modul Card Reader untuk mesin multifungsi Toshiba e-STUDIO 2528A umumnya mengadopsi perangkat pembaca kartu nirkabel (Contactless Smart Card / RFID Reader) bersertifikasi OEM yang dipasang melalui port USB internal.

Spesifikasi teknis umum untuk modul card reader Toshiba e-STUDIO 2528A:

1. Spesifikasi Perangkat Hardwares & Konektivitas

  • Antarmuka (Interface): USB 2.0 Full Speed / USB HID Keyboard Emulation.
  • Kabel & Daya: Bertenaga langsung dari port USB mesin (USB Bus-Powered, 5V DC).
  • Indikator: LED indikator status (Red/Green/Yellow) dan Buzzer/Beeper suara saat otentikasi kartu berhasil.
  • Bentuk Fisik: Kompak, dirancang khusus untuk dimasukkan atau dipasang pada Toshiba Card Reader Holder / Pocket di samping panel layar sentuh 10.1 inci.

2. Teknologi Kartu & Frekuensi yang Didukung

Sebagian besar modul yang kompatibel (seperti pabrikan ELATEC TWN4 MultiTech, rf IDEAS WaveID, atau HID OMNIKEY) mendukung beragam standar frekuensi:

  • Dual Frequency Support (125 kHz & 13.56 MHz):
    • High Frequency (13.56 MHz): MIFARE (Classic, DESFire, Ultralight), ISO 14443A/B, ISO 15693, iCLASS (HID), NFC, dan FeliCa.
    • Low Frequency (125 kHz): Proximity, HID Prox, EM4100 / EM4200, Indala, dan AWID.
  • Akses Seluler / Mobile ID (Opsional): Dukungan otentikasi via smartphone berbasis NFC dan Bluetooth Low Energy (BLE).

3. Kompatibilitas Sistem & Keamanan

  • Pengendali Utama: Terintegrasi langsung dengan platform Toshiba e-BRIDGE Next Controller.
  • Perangkat Lunak Pengelola: Kompatibel dengan fitur internal Toshiba Department Code / User Authentication, serta aplikasi manajemen cetak seperti PaperCut MF, e-BRIDGE Global Print, Kofax ControlSuite, atau YSoft SafeQ.
  • Protokol Keamanan: Mencakup enkripsi data pembacaan kartu untuk mencegah penyadapan identitas kredensial.

Konfigurasi otentikasi kartu (Card Reader/Badge Authentication) pada mesin Toshiba e-STUDIO dilakukan melalui halaman web administrator e-BRIDGE TopAccess.

Berikut panduan langkah demi langkah untuk mengonfigurasinya:

Langkah 1: Akses Menu TopAccess

  1. Buka browser web di komputer yang terhubung dalam satu jaringan dengan mesin fotokopi.
  2. Masukkan IP Address mesin Toshiba pada bilah alamat browser (contoh: [http://192.168.1.100](http://192.168.1.100)).
  3. Klik tombol Login di pojok kanan atas.
  4. Masukkan kredensial administrator (default bawaan biasanya Username: admin, Password: 123456 atau sesuai kata sandi yang disetel oleh teknisi).

Langkah 2: Aktifkan Fitur Otentikasi Pengguna (User Authentication)

  1. Masuk ke tab Administration > User Management (atau User Authentication).
  2. Pada opsi Authentication Mode, pilih mode otentikasi yang diinginkan:
    • e-BRIDGE Authentication (Menggunakan database pengguna internal di dalam mesin).
    • LDAP / Active Directory Authentication (Menggunakan server domain kantor).
  3. Aktifkan opsi Card Authentication / IC Card Reader Enable.

Langkah 3: Daftarkan Data Kartu ke Pengguna

Ada dua cara utama untuk mendaftarkan kartu RFID ke dalam sistem:

Cara A: Melalui TopAccess (Manual)

  1. Buka tab Administration > User Management > User List.
  2. Pilih nama pengguna yang ada atau klik Add User untuk membuat pengguna baru.
  3. Masukkan rincian akun (Username, Password, Department Code, Email).
  4. Pada kolom Card ID / IC Card Number, masukkan nomor ID unik kartu RFID tersebut.
  5. Klik Save.

Cara B: Pendaftaran Langsung di Mesin (Self-Registration)

  1. Posisikan mesin pada layar utama yang meminta login.
  2. Pengguna menempelkan kartu baru yang belum terdaftar pada card reader.
  3. Mesin akan menampilkan pesan bahwa kartu belum dikenal dan meminta pengguna memasukkan Username & Password (atau kode departemen) mereka sekali saja melalui layar sentuh.
  4. Setelah berhasil dikonfirmasi, ID kartu akan otomatis tertaut ke akun pengguna tersebut untuk sesi penggunaan berikutnya.

Langkah 4: Simpan & Uji Coba

  1. Terapkan perubahan dengan mengklik tombol Save / Apply.
  2. Uji coba dengan menempelkan kartu yang terdaftar pada modul card reader. Mesin harus otomatis membuka kunci panel kontrol (unlock) dan menampilkan nama pengguna yang sesuai.

Konfigurasi otentikasi Active Directory (AD) / LDAP pada mesin Toshiba e-STUDIO memungkinkan pengguna menempelkan kartu ID atau memasukkan kredensial domain kantor secara langsung di mesin fotokopi, lalu memvalidasinya ke server Windows Server Domain Controller.

Berikut langkah-langkah konfigurasinya melalui e-BRIDGE TopAccess:

Langkah 1: Pengaturan Server Directory Services (LDAP)

  1. Buka browser dan masuk ke e-BRIDGE TopAccess sebagai Administrator (http://[IP-Address-Printer]).
  2. Masuk ke tab Administration > Directory Services (atau Network > LDAP).
  3. Isi parameter koneksi Active Directory:
    • Server Name / IP Address: Masukkan IP Address server Active Directory / Domain Controller (misal: 192.168.1.10).
    • Port Number: Default LDAP menggunakan port 389 (atau 636 jika menggunakan LDAPS/SSL).
    • Root DN (Base DN): Masukkan struktur domain Anda (contoh: DC=perusahaan,DC=co,DC=id).
    • Search Base: Jalur lokasi OU pengguna (contoh: OU=Employees,DC=perusahaan,DC=co,DC=id).
    • Authentication / Bind Type: Pilih Simple atau NTLMv2.
    • Bind DN / Account: Masukkan akun service AD yang memiliki akses baca (contoh: CN=PrinterService,OU=ServiceAccounts,DC=perusahaan,DC=co,DC=id atau perusahaan\PrinterService).
    • Bind Password: Masukkan kata sandi akun service tersebut.

Langkah 2: Pemetaan Atribut Kartu RFID (Attribute Mapping)

Agar mesin dapat mengenali nomor ID kartu yang ditempelkan ke card reader dan mencocokkannya dengan akun pengguna di Active Directory:

  1. Di bawah halaman pengaturan LDAP TopAccess, cari bagian Attribute Mapping / Card Reader Mapping.
  2. Petakan atribut kartu ke kolom atribut di Active Directory:
    • Card ID Attribute: Masukkan atribut AD yang digunakan untuk menyimpan nomor ID kartu karyawan (umumnya pager, employeeNumber, employeeID, atau telephoneNumber).
    • User Name Attribute: sAMAccountName atau userPrincipalName.
    • Display Name Attribute: displayName.
    • Email Address Attribute: mail.

Langkah 3: Mengaktifkan Mode Otentikasi Role

  1. Masuk ke menu Administration > User Management > Authentication.
  2. Pada opsi User Authentication Mode, ubah dari Local menjadi Windows Domain Authentication atau LDAP Authentication.
  3. Centang opsi Enable IC Card Authentication.
  4. Klik Save / Apply untuk menyimpan seluruh konfigurasi.

Langkah 4: Pengujian (Testing)

  1. Tempelkan kartu ID pengguna pada modul card reader.
  2. Mesin akan membaca ID kartu, melakukan query LDAP ke Active Directory sesuai Card ID Attribute, dan mencocokkan nomor tersebut.
  3. Jika cocok, mesin akan otomatis login atas nama akun domain pengguna tersebut.

Penggunaan Kartu HID Global untuk otentikasi pada mesin multifungsi Toshiba e-STUDIO 2528A sangat umum digunakan di area perkantoran. Untuk memastikan kartu HID kompatibel dengan card reader yang dipasang pada mesin, Anda perlu menyesuaikan tipe frekuensi kartu dengan spesifikasi modul pembaca kartu (reader) tersebut.

Jenis Kartu HID yang Umum Digunakan

HID ProxCard II
beroperasi pada frekuensi 125 kHz dan menggunakan standar format 26-bit Wiegand. Kartu tipe ini biasa digunakan untuk akses kontrol pintu fisik sederhana dan butuh pembaca berkemampuan Low Frequency (LF).

HID iCLASS Thin Card
beroperasi pada frekuensi tinggi 13.56 MHz dengan enkripsi data 64-bit yang lebih aman. Kartu ini memerlukan pembaca berkemampuan High Frequency (HF).

HID iCLASS Seos menawarkan tingkat keamanan enkripsi tinggi untuk jaringan enterprise, mendukung integrasi akses fisik gedung hingga login mesin cetak kantor.

Hal Penting Sebelum Pembelian/Penggunaan

  1. Gunakan Dual-Frequency Reader (Sangat Direkomendasikan):
    • Apabila perusahaan Anda menggunakan kombinasi kartu lama (HID Prox 125 kHz) dan kartu baru (HID iCLASS 13.56 MHz), pastikan card reader USB yang terpasang pada Toshiba 2528A mendukung Dual Frequency (seperti ELATEC TWN4 MultiTech atau rf IDEAS WaveID).
  2. Pemetaan Format Wiegand/Card ID:
    • Kartu HID memiliki Facility Code dan Card Number. Saat dikonfigurasi pada menu TopAccess Toshiba, pastikan format pembacaan card reader disesuaikan agar hanya membaca Card ID desimal/heksadesimal yang dicocokkan ke database Active Directory (employeeNumber atau pager).

Untuk mengetahui frekuensi kartu HID yang sedang digunakan di kantor Anda (apakah masuk kategori Low Frequency 125 kHz seperti ProxCard II atau High Frequency 13.56 MHz seperti iCLASS/Seos), Anda bisa menggunakan beberapa cara berikut:

Cara 1: Cek Fisik dan Model pada Permukaan Kartu

  1. Periksa Cetakan Teks / Label:
    • Kartu HID ProxCard II (125 kHz) biasanya memiliki teks bertuliskan “HID” atau “ProxCard II” di bagian depan/belakang kartu, serta tercetak nomor urut ID secara fisik.
    • Kartu HID iCLASS atau ISOProx biasanya mencantumkan logo iCLASS atau nomor model spesifik (seperti 1386, 1598, atau 5006) di sudut kartu.
  2. Cek Melalui Dokumentasi Pembelian Terakhir:
    • Periksa kembali faktur (invoice), pesanan pembelian (purchase order), atau kotak kemasan saat kantor Anda pertama kali membeli kartu akses tersebut. Di sana biasanya tertera spesifikasi frekuensi (125kHz atau 13.56MHz) dan nomor format kartu (misalnya 26-bit Wiegand).

Cara 2: Menggunakan Smartphone dengan Fitur NFC (Khusus Frekuensi 13.56 MHz)

Jika kartu HID kantor Anda berjenis High Frequency (13.56 MHz) seperti iCLASS, Anda bisa mendeteksinya menggunakan ponsel pintar:

  1. Aktifkan fitur NFC pada perangkat Android atau iPhone Anda.
  2. Unduh aplikasi pemindai tag NFC gratis dari Play Store/App Store, seperti NFC Tools atau NFC TagInfo.
  3. Tempelkan kartu HID ke bagian belakang ponsel Anda.
  4. Hasilnya:
    • Jika aplikasi merespons (berbunyi beep atau bergetar) dan menampilkan informasi chip atau UID (Unique Identifier), berarti kartu tersebut berfrekuensi 13.56 MHz.
    • Catatan: Jika ponsel sama sekali tidak merespons atau tidak mendeteksi apa pun, besar kemungkinan kartu tersebut berfrekuensi 125 kHz (karena mayoritas chip NFC di ponsel standar tidak mendukung frekuensi rendah 125 kHz).

Cara 3: Menggunakan USB Card Reader Multi-Frekuensi (Cara Paling Akurat)

Jika Anda memiliki perangkat USB Card Reader universal yang mendukung banyak frekuensi (seperti ELATEC TWN4 atau rf IDEAS WaveID) yang dihubungkan ke komputer:

  1. Buka aplikasi teks editor seperti Notepad.
  2. Tempelkan kartu HID kantor ke reader tersebut.
  3. Gunakan perangkat lunak konfigurasi bawaan reader tersebut untuk membaca jenis teknologi dan nomor chip mentah yang dipancarkan oleh kartu secara akurat.

Untuk melakukan uji coba (testing) pembacaan kartu HID pada mesin Toshiba e-STUDIO 2528A, Anda dapat melakukan tes fisik awal melalui panel mesin dan tes pencocokan data pada sistem TopAccess.

Berikut adalah panduan langkah-langkah uji cobanya:

Langkah 1: Uji Respon Fisik & Pembacaan Kartu (Hardware Check)

  1. Pastikan modul USB Card Reader sudah terpasang ke port USB mesin dan dinyalakan.
  2. Posisikan layar mesin fotokopi pada tampilan utama (layar Login / Standby).
  3. Tempelkan kartu HID pada area Card Reader.
  4. Indikator Keberhasilan:
    • Suara & Lampu: Modul reader mengeluarkan suara beep 1 kali dan lampu indikator LED berubah warna (misalnya dari merah menjadi hijau).
    • Respon Layar Mesin: Layar sentuh Toshiba memberikan tanda pengenalan (misalnya muncul nomor ID/string angka pada kolom input Username/Card ID atau pesan otentikasi).

Catatan Troubleshoot: Jika tidak ada respon suara beep sama sekali, berarti frekuensi kartu HID (125 kHz vs 13.56 MHz) tidak sesuai dengan spesifikasi modul card reader yang dipasang, atau port USB belum aktif.

Langkah 2: Uji Pembacaan Nilai/Nomor ID Kartu di Komputer (Keyboard Emulation)

Untuk melihat persis string angka/karakter apa yang dibaca oleh modul card reader dari kartu HID tersebut:

  1. Lepaskan kabel USB card reader dari mesin Toshiba sementara waktu, lalu tancapkan ke laptop/PC Windows.
  2. Buka aplikasi Notepad atau Microsoft Word.
  3. Pastikan kursor aktif di lembar kerja kosong, lalu tempelkan kartu HID ke card reader.
  4. Hasil: Modul card reader akan otomatis mengetikkan deretan angka/ID kartu ke dalam Notepad lalu menekan Enter.
  5. Catat deretan angka tersebut (misalnya: 0012345678).

Langkah 3: Uji Otentikasi Pengguna & Akses Mesin (System Authentication Check)

  1. Daftarkan angka ID kartu yang didapat dari Langkah 2 ke akun pengguna di TopAccess (menu Administration > User Management > kolom Card ID) atau di Active Directory.
  2. Pasang kembali card reader ke mesin Toshiba.
  3. Tempelkan kartu HID pada mesin.
  4. Indikator Keberhasilan Otentikasi:
    • Mesin Toshiba otomatis unlock dan masuk ke halaman utama (Home Screen) dengan menampilkan nama pengguna yang sesuai di sudut layar.
    • Cobalah melakukan fungsi Print, Scan, atau Copy untuk memastikan hak akses (permissions) pengguna berfungsi sesuai konfigurasi.

Jika kartu HID sama sekali tidak terbaca (card reader tidak merespon/berbunyi beep dan mesin Toshiba 2528A tidak bereaksi), masalah biasanya bersumber dari ketidakcocokan frekuensi/teknologi kartu, koneksi USB, atau pengaturan internal mesin.

Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk mendiagnosis dan memulihkan masalah tersebut:

1. Periksa Ketidakcocokan Frekuensi Kartu & Reader (Penyebab Paling Sering)

Kartu HID diproduksi dalam berbagai varian frekuensi yang saling tidak kompatibel secara langsung:

  • HID Prox / ProxCard II: Menggunakan frekuensi 125 kHz (Low Frequency / LF).
  • HID iCLASS / Seos / Smart Card: Menggunakan frekuensi 13.56 MHz (High Frequency / HF).

Solusi:

  • Jika reader yang terpasang hanya mendukung 13.56 MHz (HF), maka kartu HID Prox (125 kHz) tidak akan terdeteksi sama sekali.
  • Lakukan tes silang (cross-test): Coba tempelkan kartu E-Money / Flazz / KTP elektronik (13.56 MHz). Jika reader berbunyi beep saat membaca E-Money tetapi diam saat membaca kartu HID kantor, maka reader Anda tipe HF dan tidak mendukung kartu HID 125 kHz tersebut.
  • Solusi Perangkat: Ganti card reader dengan versi Dual Frequency (LF + HF) seperti ELATEC TWN4 MultiTech atau rf IDEAS WaveID.

2. Cek Koneksi Fisik & Port USB Mesin Toshiba

  1. Periksa Daya Listrik Reader:
    • Pastikan lampu LED indikator pada modul card reader menyala (biasanya berwarna merah/biru standby).
    • Jika LED padam total, modul tidak menerima daya dari port USB.
  2. Cek Port USB internal / USB Hub Options (GR-1420 / GR-1430):
    • Pindahkan colokan USB card reader ke port USB lain di mesin (misalnya port USB depan di samping panel kontrol atau port USB belakang).
    • Pastikan kabel USB terpasang rapat dan tidak terlipat/rusak.

3. Aktifkan Opsi “USB Media / External Device” di TopAccess

Pada mesin Toshiba e-STUDIO, port USB terkadang dibatasi oleh kebijakan keamanan admin (Security Policy).

Langkah Aktivasi:

  1. Masuk ke e-BRIDGE TopAccess via browser (http://[IP-Address-Printer]) sebagai admin.
  2. Buka tab Administration > Setup > System Settings (atau Device Management).
  3. Cari menu USB Port / External USB Device Access.
  4. Pastikan status USB Host Controller dan USB Card Reader diatur ke Enable.
  5. Simpan pengaturan dan reboot / restart mesin Toshiba e-STUDIO 2528A.

4. Lakukan Tes Pemindaian di Laptop/PC (Keyboard Emulation Test)

Untuk memastikan modul card reader tidak rusak (defective):

  1. Cabut card reader dari mesin Toshiba dan hubungkan ke port USB laptop/PC.
  2. Buka Notepad.
  3. Tempelkan kartu HID.
    • Jika tidak berbunyi dan tidak muncul angka di Notepad: Modul card reader rusak atau tidak kompatibel dengan jenis teknologi kartu HID tersebut.
    • Jika berbunyi dan muncul angka di Notepad: Modul card reader dalam kondisi baik, masalah murni ada pada konfigurasi port USB / otentikasi di TopAccess Toshiba.

Summary Checklist Diagnosa

GejalaPenyebab UtamaTindakan
Reader tidak ada lampu/matiPort USB mati / Kabel putusPindah port USB / Aktifkan USB Host di TopAccess
Reader menyala, ditempel kartu tidak bunyi beepFrekuensi kartu & reader beda (125kHz vs 13.56MHz)Gunakan reader Dual Frequency / ganti reader yang sesuai
Reader bunyi beep di PC, tapi di mesin Toshiba diamPort USB mesin terkunci oleh aturan keamananEnable USB Device pada TopAccess & reboot mesin

Berikut adalah pilihan modul USB Card Reader Dual Frequency terbaik yang kompatibel dengan mesin multifungsi Toshiba e-STUDIO 2528A serta mendukung berbagai teknologi kartu kantor (HID Prox 125 kHz, HID iCLASS, MIFARE 13.56 MHz, dan NFC):

HID OMNIKEY 5427CK Gen2
adalah pembaca kartu dual-frequency resmi buatan HID Global yang mendukung frekuensi 125 kHz & 13.56 MHz. Sangat cocok untuk menangani kartu HID Prox, iCLASS, Seos, MIFARE, dan Indala sekaligus tanpa instalasi driver tambahan (CCID / Keyboard Wedge).

ELATEC TWN4 MultiTech 2 merupakan standar industri card reader OEM yang paling umum dipakai pada printer multifungsi. Perangkat ini dapat membaca hampir seluruh jenis transponder RFID (LF + HF) di seluruh dunia.

rf IDEAS WaveID / pcProx Plus menawarkan kompatibilitas penuh dengan sistem otentikasi mesin cetak enterprise seperti PaperCut MF dan e-BRIDGE Toshiba. Mendukung 125 kHz, 13.56 MHz, serta integrasi Bluetooth Low Energy (BLE).

Perbandingan Fitur Utama

FiturHID OMNIKEY 5427CKELATEC TWN4 MultiTechrf IDEAS WaveID
Dukungan Frekuensi125 kHz + 13.56 MHz125 kHz + 13.56 MHz125 kHz + 13.56 MHz
Dukungan Kartu HIDHID Prox, iCLASS, SeosHID Prox, iCLASS (opsional)HID Prox, iCLASS, Seos
Koneksi USBUSB HID / CCIDUSB Keyboard EmulationUSB Keystroke
Kelebihan UtamaEkosistem HID murniSangat fleksibel & diprogramKompatibel luas dengan PaperCut

Rekomendasi Pemilihan

  • Pilih HID OMNIKEY 5427CK jika seluruh infrastruktur kartu dan akses kontrol gedung Anda menggunakan standar dari HID Global.
  • Pilih ELATEC TWN4 atau rf IDEAS jika Anda berencana menggunakan aplikasi manajemen cetak seperti PaperCut MF atau YSoft SafeQ pada Toshiba e-STUDIO 2528A.

Perlisensian PaperCut MF untuk mesin multifungsi Toshiba e-STUDIO tidak dijual secara bebas sebagai lisensi ritel langsung di toko, melainkan didistribusikan secara resmi melalui jaringan mitra terlisensi (Authorized Solution Partner) atau distributor resmi Toshiba.

Estimasi Skema Harga & Lisensi PaperCut MF

  1. Lisensi Perangkat Embedded (Toshiba Embedded License):
    • Lisensi Mesin (Per-Device License): Dikenakan untuk setiap mesin multifungsi Toshiba e-STUDIO yang dihubungkan ke server PaperCut.
    • Estimasi Biaya Lisensi: Sekitar Rp 5.000.000 – Rp 9.000.000 per mesin (sekali bayar / perpetual license untuk versi mayor tertentu, tergantung pada jumlah lisensi yang dibeli).
  2. Lisensi Jumlah Pengguna (User License):
    • Lisensi dasar PaperCut MF biasanya sudah mencakup tier kuota pengguna awal (misalnya paket 50, 100, atau 250 users). Penambahan jumlah pengguna dijual dalam bentuk paket addon.
  3. Biaya Pemeliharaan & Dukungan (Premium Upgrade Assurance / M&S):
    • Biasanya membutuhkan biaya berlangganan pembaruan software dan dukungan teknis harian berkisar 15% – 20% per tahun dari total nilai lisensi.

Komponen Tambahan yang Diperlukan

  • Server PaperCut MF: Server lokal (On-Premise) berbasis Windows Server/Linux atau cloud (PaperCut Hive/Pocket).
  • Card Reader Hardware: Modul pembaca kartu USB (seperti ELATEC TWN4 atau rf IDEAS WaveID) yang dipasang pada Toshiba 2528A.
  • Jasa Implementasi & Integrasi: Biaya konfigurasi integrasi ke Active Directory/LDAP, setup Find-Me Printing, serta pelatihan admin/teknisi.

Untuk mendapatkan penawaran harga resmi (quotation), disarankan untuk menghubungi dealer resmi Toshiba atau integrator solusi PaperCut di Indonesia dengan menyertakan jumlah mesin Toshiba dan total jumlah pengguna/karyawan di kantor Anda.

PaperCut MF yang terintegrasi pada mesin multifungsi Toshiba e-STUDIO (menggunakan e-BRIDGE Embedded Application) memberikan kontrol penuh terhadap aktivitas cetak, salin, dan pemindaian di seluruh lingkungan kantor.

Berikut adalah fitur-fitur utama PaperCut MF pada Toshiba e-STUDIO:

1. Otentikasi Pengguna & Cetak Aman (Secure Find-Me Printing)

  • Badge / Card Authentication: Pengguna cukup menempelkan kartu ID/HID pada card reader untuk membuka kunci layar mesin Toshiba.
  • Tarik Cetak (Pull Printing / Find-Me Printing): Dokumen yang dikirim dari komputer tidak langsung tercetak. Dokumen baru akan keluar saat pengguna hadir dan menempelkan kartu di mesin Toshiba manapun yang terhubung dalam jaringan.
  • Mencegah Dokumen Tercecer: Memastikan dokumen rahasia tidak tertinggal di nampan mesin.

2. Pelacakan & Laporan Biaya (Cost Tracking & Reporting)

  • Laporan Penggunaan Detail: Mencatat secara otomatis siapa yang melakukan print, copy, scan, atau fax, lengkap dengan jumlah halaman, warna (Color vs Black/White), dan ukuran kertas.
  • Alokasi Biaya ke Departemen (Cost Center / Account Code): Memungkinkan pembagian biaya ke pusat biaya internal, proyek, atau klien tertentu langsung dari layar sentuh Toshiba.

3. Pembatasan & Kebijakan Cetak (Print Policies & Rules)

  • Pembatasan Kuota & Anggaran: Menentukan batas kuota cetak bulanan untuk setiap karyawan atau departemen.
  • Kebijakan Cetak Hemat: Memaksa cetakan otomatis menjadi Duplex (dua sisi) atau membatasi akses cetak warna (Color) hanya untuk pengguna dengan hak akses khusus.
  • Notifikasi Penghematan: Menampilkan pengingat pop-up di PC pengguna untuk mengalihkan dokumen besar ke mode hemat.

4. Pemindaian Terintegrasi (Integrated Scan Workflow)

  • Scan-to-Me / Scan-to-Cloud: Pengguna dapat memindai dokumen ke email pribadi atau penyimpanan cloud (Google Drive, OneDrive, SharePoint, Box) dengan sekali tekan tanpa perlu mengetik alamat email manual.
  • OCR (Searchable PDF): Mengubah hasil pindaian menjadi dokumen yang teksnya dapat dicari dan disalin secara otomatis.

Uji coba (testing) integrasi PaperCut MF pada mesin Toshiba e-STUDIO bertujuan untuk memastikan bahwa embedded application, server PaperCut, card reader, dan database pengguna (seperti Active Directory) saling terhubung dengan benar.

Berikut adalah alur dan panduan langkah demi langkah untuk melakukan uji coba integrasi:

1. Persiapan & Persyaratan Awal (Pre-requisites Check)

  • Server PaperCut MF: Aplikasi PaperCut MF Application Server sudah berjalan (running) di server kantor.
  • Lisensi Toshiba Embedded: Lisensi agen PaperCut e-BRIDGE Next/Toshiba sudah terpasang.
  • Perangkat Toshiba: IP Address Toshiba e-STUDIO sudah disetel statis dan terhubung dalam satu jaringan LAN dengan Server PaperCut.
  • Card Reader: Modul USB Card Reader sudah terpasang dan dikenali oleh Toshiba.

2. Pemasangan & Aktivasi Agen PaperCut di Toshiba

  1. Buka konsol PaperCut Admin Web Interface (http://[IP-Server-PaperCut]:9191/admin).
  2. Masuk ke menu Devices > klik Create Device.
  3. Isi rincian perangkat:
    • Device Name: Masukkan nama mesin (contoh: Toshiba-2528A-Lantai2).
    • Device Type: Pilih Toshiba e-BRIDGE Next (atau tipe Toshiba Embedded yang sesuai).
    • Hostname / IP Address: Masukkan IP Address mesin Toshiba.
    • Admin Credentials: Masukkan Username (admin) dan Password TopAccess Toshiba.
  4. Klik OK / Apply.
  5. PaperCut akan secara otomatis mengunduh dan memasang aplikasi embedded ke mesin Toshiba. Layar mesin Toshiba akan melakukan refresh dan menampilkan antarmuka (skin) PaperCut MF.

3. Skenario Uji Coba Integrasi (Testing Scenarios)

Uji Coba 1: Otentikasi Kartu & Login

  1. Tempelkan kartu ID/HID pengguna yang sudah terdaftar di PaperCut pada card reader.
  2. Hasil yang Diharapkan:
    • Mesin berbunyi beep.
    • Layar Toshiba berhasil masuk (login) dan menampilkan nama pengguna beserta sisa saldo/kuota cetak yang dimiliki.

Uji Coba 2: Find-Me Printing (Tarik Cetak)

  1. Kirim dokumen cetak dari komputer/laptop pengguna ke antrian antrian printer virtual (Print Queue) PaperCut (misal: Find-Me-Print).
  2. Beralih ke mesin Toshiba e-STUDIO, lalu tempelkan kartu ID untuk login.
  3. Pilih menu Print Release pada layar sentuh Toshiba.
  4. Hasil yang Diharapkan:
    • Dokumen yang dikirim dari komputer muncul di daftar antrian cetak layar Toshiba.
    • Tekan Print atau Print All. Mesin akan mencetak dokumen dan menghapusnya dari antrian.

Uji Coba 3: Pelacakan & Laporan Fotokopi / Scan

  1. Setelah login menggunakan kartu, lakukan fotokopi 2 lembar (1 lembar Hitam-Putih dan 1 lembar Warna).
  2. Tekan Logout di layar Toshiba.
  3. Buka konsol PaperCut Admin > Job Log.
  4. Hasil yang Diharapkan:
    • Transaksi baru tercatat atas nama pengguna tersebut dengan rincian 1 halaman BW dan 1 halaman Color secara akurat.

4. Penanganan Masalah Umum Uji Coba (Troubleshooting)

  • Layar Toshiba tidak menampilkan UI PaperCut: Pastikan port 9191 / 9192 dan port SSL pada server PaperCut tidak terhalang oleh Firewall.
  • Kartu ditempel tapi akun tidak ditemukan: Periksa pemetaan atribut nomor kartu di PaperCut Admin (Options > User/Group Sync > Card/Identity number).
  • Dokumen tidak keluar saat di-print: Pastikan driver printer pada server PaperCut menggunakan driver e-BRIDGE Universal Print Driver yang kompatibel dengan Toshiba 2528A.

Fitur Find-Me Printing (Tarik Cetak) pada PaperCut MF memungkinkan pengguna mengirim dokumen ke satu antrean printer tunggal (Virtual Queue), lalu mengambil cetakan tersebut di mesin Toshiba e-STUDIO manapun hanya dengan menempelkan kartu ID.

Berikut adalah panduan konfigurasi Find-Me Printing pada PaperCut MF:

Langkah 1: Buat Virtual Print Queue pada Print Server

  1. Buka Print Management pada server Windows (atau CUPS di Linux).
  2. Tambahkan printer baru yang berfungsi sebagai antrean virtual:
    • Nama Printer: Buat nama yang intuitif, misalnya Find-Me-Print atau Cetak-Aman.
    • Port: Hubungkan ke port Null Port (atau port lokal sementara, bukan ke IP printer fisik tertentu).
    • Driver: Gunakan driver universal (seperti Toshiba e-STUDIO Universal Printer Driver).
  3. Bagikan printer ini (Share Printer) ke seluruh jaringan kantor agar dapat diinstal di komputer para karyawan.

Langkah 2: Konfigurasi Virtual Queue di Konsol PaperCut Admin

  1. Buka browser dan masuk ke konsol PaperCut Admin (http://[IP-Server-PaperCut]:9191/admin).
  2. Masuk ke tab Printers, lalu pilih printer virtual yang baru dibuat (contoh: Find-Me-Print).
  3. Pada halaman konfigurasi printer tersebut, cari bagian Hold/Release Queue.
  4. Centang opsi Enable hold/release queue.
  5. Pada bagian Release Mode, pilih User release (atau Admin/User release).
  6. Simpan pengaturan dengan mengklik Apply.

Langkah 3: Hubungkan Virtual Queue ke Mesin Target (Toshiba e-STUDIO)

  1. Masuk ke tab Printers pada konsol PaperCut Admin.
  2. Cari dan pilih mesin cetak tujuan fisik (misalnya: Toshiba-2528A-Lantai2).
  3. Gulir ke bagian Hold/Release Queue Settings.
  4. Pada opsi Jobs on queue, centang nama Virtual Queue yang telah dibuat pada Langkah 2 (centang Find-Me-Print).
  5. Pada opsi Redirection / Target Jobs, pastikan alur pelepasan dokumen diarahkan ke printer fisik Toshiba ini.
  6. Klik Apply.

Langkah 4: Aktifkan Fitur Print Release pada Mesin Toshiba

  1. Masuk ke tab Devices di konsol PaperCut Admin.
  2. Pilih mesin Toshiba e-STUDIO 2528A.
  3. Di bawah bagian Device Functions, pastikan opsi Print Release dicentang/diaktifkan.
  4. Pilih opsi penanganan dokumen:
    • Show all jobs in release queue: Menampilkan seluruh dokumen pengguna yang sedang mengantre.
    • Automatically release all jobs upon login (Opsional): Dokumen langsung dicetak otomatis saat pengguna menempelkan kartu tanpa perlu memilih di layar.
  5. Klik Apply.

Langkah 5: Pengujian (Testing)

  1. Dari komputer pengguna, cetak sebuah dokumen tes dan pilih printer Find-Me-Print.
  2. Jalan ke mesin Toshiba e-STUDIO 2528A, lalu tempelkan kartu ID/HID.
  3. Pilih ikon Print Release di layar sentuh Toshiba.
  4. Dokumen yang tadi dikirim akan muncul di layar. Pilih dokumen tersebut lalu tekan Print.

Pengaturan kebijakan cetak hemat kertas (Print Policies / Routing Rules) pada PaperCut MF membantu organisasi menghemat biaya kertas, tinta/toner, serta mengurangi limbah cetak secara signifikan pada mesin Toshiba e-STUDIO 2528A.

Berikut adalah cara mengonfigurasi kebijakan hemat kertas utama di PaperCut MF:

1. Memaksa Cetak Bolak-Balik (Force Duplex / 2-Sided)

Fitur ini secara otomatis mengubah dokumen 1 sisi (Simplex) menjadi 2 sisi (Duplex) saat dikirim ke mesin Toshiba.

  • Cara Setting di PaperCut Admin:
    1. Buka browser dan login ke PaperCut Admin (http://[IP-Server-PaperCut]:9191/admin).
    2. Masuk ke tab Printers > pilih printer/mesin Toshiba Anda (atau Virtual Find-Me Queue).
    3. Buka tab Filters & Restrictions.
    4. Di bagian Duplex Conversion, centang Always convert 1-sided jobs to 2-sided (Duplex).
    5. Klik Apply.

2. Memaksa/Menyarankan Cetak Hitam-Putih (Force Grayscale)

Mengalihkan dokumen warna (Color) menjadi Hitam-Putih (Grayscale) secara otomatis atau memberikan peringatan/pilihan ke pengguna.

  • Mode Otomatis (Force Grayscale):
    1. Pada tab Printers > Filters & Restrictions.
    2. Di bagian Color Conversion, pilih Always convert color jobs to grayscale.
  • Mode Peringatan (Scripting Pop-up Option):
    • Anda dapat mengaktifkan Print Scripting untuk menampilkan pop-up konfirmasi di PC pengguna: “Dokumen Anda berisi warna. Apakah Anda yakin ingin mencetaknya secara warna, atau diubah ke Hitam-Putih untuk menghemat biaya?”

3. Pembatalan Otomatis Dokumen Ganda / Halaman Kosong (Print Job Routing & Filtering)

Mencegah pemborosan kertas akibat dokumen yang terkirim tidak sengaja secara berulang atau mencetak halaman kosong.

  • Mencegah Duplicate Print Jobs:
    1. Di bawah tab Filters & Restrictions > Duplicate Jobs.
    2. Centang Check for duplicate print jobs submitted within… lalu atur batas waktu (misal: 30 detik). Dokumen identik yang terkirim dua kali tidak sengaja akan dibatalkan otomatis.
  • Menghapus Halaman Kosong (Skip Blank Pages):
    1. Pada menu Filters & Restrictions > Page Count Filters.
    2. Aktifkan opsi Detect and delete blank pages agar halaman kosong pada dokumen word/pdf tidak ikut terhitung dan tercetak.

4. Menghapus Otomatis Antrean Cetak yang Ditinggalkan (Unclaimed Jobs Purge)

Pada fitur Find-Me Printing, dokumen yang dikirim pengguna disimpan di server hingga kartu ditempel pada Toshiba 2528A. Jika pengguna lupa/tidak jadi mencetak:

  1. Masuk ke Printers > pilih Virtual Queue (Find-Me-Print).
  2. Di bagian Hold/Release Queue, centang Automatically release/delete held jobs after…
  3. Tentukan batas waktu simpan antrean (contoh: 2 jam atau 4 jam).
  4. Jika dalam 4 jam kartu tidak ditempel di mesin Toshiba, dokumen akan otomatis dihapus dari antrean tanpa mencetak selembar kertas pun.

5. Menggunakan Recipe Scripting (Aturan Pintar)

PaperCut menyediakan templat skrip siap pakai (Pre-built Print Scripts) di menu Printers > Scripting:

  • Warn on emails: Menampilkan peringatan saat pengguna mencoba mencetak email langsung tanpa pratinjau.
  • Route large jobs: Mengalihkan dokumen tebal (misal di atas 50 halaman) dari printer desktop ke mesin produksi Toshiba yang biaya per lembar cetaknya lebih murah.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari PT CENTRAL JAYA NOBLE

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca