
Fuji Xerox berdiri pada tahun 1962 sebagai perusahaan patungan (joint venture) antara Fujifilm dan Rank Xerox. Perusahaan ini yang kemudian menjadi bagian dari Xerox Corporation).
Berikut adalah poin-poin penting dalam sejarah Fuji Xerox:
- Pendirian (1962): Perusahaan ini beridiri sebagai kemitraan 50:50 antara Fuji Photo Film (Jepang) dan Rank Xerox Limited (Inggris). Tujuannya adalah untuk memasarkan produk mesin fotokopi Rank Xerox/Xerox di Jepang dan wilayah Asia-Pasifik.
- Pengembangan Mandiri: Meskipun awalnya hanya mendistribusikan produk, Fuji Xerox kemudian mulai melakukan riset dan pengembangan mandiri. Selain untuk mesin xerografi dan perangkat lain, yang produknya meluas secara global.
- Perubahan Kepemilikan dan Nama (2019-2021): Pada tahun 2019, Fujifilm mengakuisisi 25% saham Xerox pada Fuji Xerox. Kemudian menjadikannya anak perusahaan yang sepenuhnya oleh Fujifilm.
- Nama Baru (2021): Setelah mengakhiri perjanjian lisensi merek dengan Xerox Corporation, maka nama perusahaan berubah secara resmi menjadi FUJIFILM Business Innovation Corp. pada tanggal 1 April 2021. Perubahan nama ini menandai berakhirnya kemitraan merek yang telah berlangsung selama 58 tahun.
Saat ini, perusahaan tersebut beroperasi sebagai FUJIFILM Business Innovation, fokus pada solusi inovasi bisnis, pencitraan dokumen, dan layanan terkait.
Fuji Xerox tidak bubar, melainkan berganti nama menjadi FUJIFILM Business Innovation pada 1 April 2021. Perubahan nama ini terjadi setelah Fujifilm mengakhiri usaha patungan dan perjanjian lisensi merek dengan Xerox Corporation. Hal tersebut yang telah berlangsung selama 58 tahun.
Dengan perubahan ini, perusahaan tersebut kini beroperasi di seluruh dunia di bawah merek dan identitas baru Fujifilm
Berikut adalah alasan utama di balik perubahan tersebut:
- Berakhirnya Perjanjian: Perjanjian teknologi antara Fujifilm dan Xerox berakhir pada 31 Maret 2021. Hal ini membuka jalan bagi Fujifilm untuk beroperasi secara mandiri dan dinamis di pasar global.
- Sinergi dengan Grup Fujifilm: Dengan nama baru, perusahaan dapat memperkuat sinergi dan berkolaborasi lebih erat dengan perusahaan lain dalam grup Fujifilm. Hal tersebut dengan memanfaatkan beragam teknologi yang ada pada grup. Seperti teknologi pencitraan dan AI) untuk menciptakan solusi bisnis yang lebih luas.
- Ekspansi Global: Perubahan nama ini memungkinkan perusahaan untuk memperluas bisnisnya ke pasar luar wilayah Asia-Pasifik (seperti Eropa dan Amerika Utara) dengan merek Fujifilm sendiri, yang sebelumnya terbatas oleh perjanjian dengan Xerox.
- Fokus pada Inovasi Bisnis: Nama “Business Innovation” mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan tidak hanya berfokus pada produk pencetakan dan dokumen tradisional, tetapi juga pada solusi digital, layanan TI, dan transformasi digital (DX).
Jadi, perusahaan tersebut tidak gulung tikar, melainkan berevolusi menjadi entitas yang lebih terintegrasi dengan induk perusahaannya, Fujifilm, dengan fokus yang lebih luas pada inovasi bisnis secara global.

Tinggalkan Balasan